Digitalisasi UMKM Jadi Kunci Perluasan Pasar dan Pengembangan Usaha Berkelanjutan

Jakarta – Pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi salah satu kunci penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi usaha, dan menghadapi persaingan yang semakin terbuka.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara bertajuk “Optimalisasi Teknologi Digital untuk Pengembangan UMKM Berkelanjutan” yang digelar pada Selasa, 29 September 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas pentingnya transformasi digital bagi UMKM, mulai dari pemanfaatan media sosial dan marketplace, pembayaran digital, pencatatan keuangan, hingga penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

UMKM Perlu Hadir di Ruang Digital

Anggota Komisi I DPR RI Dr. H. Jefry Romdonny, M.Si., M.M. mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah pola komunikasi sekaligus perilaku konsumen.

Menurutnya, jika dahulu pelaku usaha mengandalkan toko fisik dan menunggu pelanggan datang, kini UMKM perlu hadir di ruang digital tempat calon konsumen mencari informasi dan melakukan transaksi.

Platform seperti Google, WhatsApp, Instagram, TikTok, serta berbagai marketplace dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.

Jefry menilai UMKM memiliki posisi penting dalam perekonomian Indonesia karena menjadi sumber penghidupan masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan, serta menggerakkan perekonomian di daerah.

Potensi lokal seperti pertanian, makanan olahan, kerajinan, kuliner dan berbagai produk kreatif dinilai dapat berkembang lebih besar apabila dipadukan dengan teknologi digital.

Ia juga menyoroti pentingnya keterhubungan antara pembangunan infrastruktur fisik dan infrastruktur digital. Menurutnya, jalan tol dan infrastruktur transportasi dapat mempercepat distribusi barang, tetapi teknologi digital membantu produk UMKM dikenal dan ditemukan oleh konsumen.

“Jalan tol mempercepat distribusi barang, sedangkan teknologi digital mempercepat datangnya pelanggan,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam pemaparan tersebut.

Jefry kemudian menyampaikan tiga langkah yang perlu diperkuat pelaku UMKM, yakni peningkatan literasi digital, inovasi, serta kolaborasi.

Literasi digital diperlukan agar pelaku usaha tidak hanya mampu menggunakan aplikasi, tetapi juga dapat membaca peluang pasar, memahami data penjualan, menjaga keamanan transaksi dan membangun kepercayaan pelanggan.

Sementara itu, inovasi dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, kemasan, pelayanan dan strategi pemasaran. Teknologi AI juga dapat dimanfaatkan untuk membantu membuat desain, materi promosi, konten media sosial hingga mendukung strategi pemasaran.

BAKTI Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital

Plt. Direktur Keuangan BAKTI Komdigi Tri Haryanto, S.T., M.T. menjelaskan bahwa perubahan teknologi berlangsung sangat cepat dan turut mengubah perilaku konsumen.

Karena itu, UMKM tidak cukup hanya bertahan, tetapi perlu beradaptasi, tumbuh dan naik kelas.

Tri menjelaskan bahwa BAKTI memiliki peran dalam mengatasi kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan, termasuk kesenjangan literasi di daerah terpencil.

Dalam pemaparannya, ia menyebut sejumlah infrastruktur dan layanan BAKTI, antara lain 6.747 BTS yang telah on air, 31.864 titik layanan internet, jaringan Palapa Ring, serta Satelit Republik Indonesia atau Satria dengan kapasitas 150 Gbps berdasarkan data yang disampaikan per April 2026.

Namun, infrastruktur digital menurutnya harus diikuti dengan literasi, pendidikan dan pelayanan publik agar konektivitas tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Transformasi digital UMKM, lanjutnya, mencakup berbagai tahapan, mulai dari konektivitas, literasi digital, identitas usaha, pembayaran digital, pemasaran, logistik, pembiayaan hingga pemanfaatan data analitik dan AI.

Tri juga memaparkan sejumlah manfaat digitalisasi bagi UMKM, antara lain memperluas pasar, meningkatkan efisiensi tata kelola, memperkuat branding, membantu pengambilan keputusan berbasis data, membuka akses pembiayaan serta meningkatkan ketahanan usaha.

Menurutnya, pelaku UMKM juga perlu memperhatikan berbagai tantangan seperti keterbatasan akses pasar, literasi digital, pembiayaan, branding, pencatatan keuangan, konektivitas, logistik, keamanan digital dan ketidakpastian global.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, UMKM didorong memperkuat produk, melakukan diversifikasi, mempercepat pemasaran digital, memperbaiki pencatatan keuangan, menggunakan data dalam mengambil keputusan, memperkuat rantai pasok serta meningkatkan legalitas usaha.

Digitalisasi Bukan Lagi Pilihan

Pegiat Literasi Digital Didi, S.E.Ak., M.AK., CA., AWM., Cert.IFR., CRMO., AWP menekankan bahwa digitalisasi menjadi bagian penting dalam perkembangan UMKM di tengah perubahan perilaku masyarakat.

Menurutnya, masyarakat semakin terbiasa mencari informasi produk melalui internet, menggunakan marketplace serta melakukan pembayaran secara cashless.

Kondisi tersebut membuat UMKM perlu memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar dan membangun hubungan dengan pelanggan.

Didi juga menyoroti pentingnya Customer Relationship Management (CRM). Testimoni dan pengalaman pelanggan dapat memengaruhi keputusan konsumen lain sehingga pelaku usaha perlu menjaga hubungan serta memberikan pelayanan yang baik.

Ia membagi tantangan UMKM menjadi faktor internal dan eksternal. Dari sisi internal, tantangannya antara lain kesiapan sumber daya manusia, pencatatan keuangan, keterbatasan modal serta efisiensi produksi.

Sementara dari sisi eksternal, pelaku UMKM menghadapi persaingan marketplace, banyaknya produk sejenis, perubahan tren konsumen, kenaikan harga bahan baku hingga persaingan dengan produk dari luar negeri.

Karena itu, teknologi digital dapat dimanfaatkan mulai dari proses produksi, pemasaran, penjualan, pembayaran, pencatatan keuangan, pelayanan pelanggan hingga evaluasi bisnis.

Media sosial seperti Instagram, Facebook dan TikTok dapat digunakan untuk pemasaran. Marketplace dapat membantu memperluas jangkauan penjualan, sementara aplikasi digital dan AI dapat digunakan untuk membantu pembuatan konten serta materi promosi.

Empat Tahap Digitalisasi UMKM

Didi memaparkan roadmap digitalisasi UMKM yang terdiri atas empat tahap.

Pertama, Go Digital, yakni memiliki WhatsApp Business dan menggunakan QRIS dalam transaksi.

Kedua, Go Online, yaitu mulai masuk ke marketplace, Instagram dan berbagai media sosial.

Ketiga, Go Integrated, yakni mengintegrasikan berbagai layanan seperti CRM dan akuntansi digital.

Keempat, Go Smart, yaitu memanfaatkan big data dan AI dalam pengambilan keputusan serta membuka peluang menuju pasar internasional.

Selain digitalisasi, pengembangan UMKM berkelanjutan juga perlu memperhatikan tiga pilar, yaitu profit, people, dan planet.

Profit berkaitan dengan kemampuan usaha untuk tetap menghasilkan keuntungan dan berkembang. People berkaitan dengan kesejahteraan karyawan serta manfaat bagi lingkungan sekitar. Sementara planet berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk penggunaan kemasan ramah lingkungan dan efisiensi energi.

Kolaborasi Diperlukan agar UMKM Naik Kelas

Para narasumber menekankan bahwa transformasi digital UMKM tidak dapat dilakukan oleh pelaku usaha secara sendiri-sendiri.

Pemerintah memiliki peran dalam menyediakan kebijakan, pelatihan dan akses pembiayaan. Perbankan dapat mendukung melalui layanan pembiayaan dan pendampingan. Marketplace membantu membuka akses pasar digital, sementara perguruan tinggi dapat berperan melalui pendampingan, penelitian dan inovasi.

Masyarakat juga memiliki peran sebagai konsumen dengan mendukung produk lokal. Ekosistem digital seperti content creator dan YouTuber juga dapat membantu memperkenalkan produk UMKM kepada pasar yang lebih luas.

Kolaborasi berbagai pihak tersebut dinilai penting untuk mempercepat transformasi digital UMKM agar semakin berdaya saing, inovatif dan berkelanjutan.

Sebagai langkah konkret, pelaku UMKM didorong mulai menggunakan WhatsApp Business dan QRIS, merapikan profil usaha di Google, kemudian memperluas pemasaran melalui marketplace dan media sosial.

Tahap berikutnya adalah mulai melakukan pencatatan keuangan secara digital, memanfaatkan AI dan melakukan evaluasi penjualan secara berkala.

Dengan pemanfaatan teknologi secara tepat, UMKM diharapkan dapat semakin dikenal, memperoleh pelanggan baru, meningkatkan penjualan, memperbaiki efisiensi operasional dan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar nasional maupun global.

Share this post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *