Optimalisasi Teknologi Digital Jadi Kunci Pengembangan UMKM Berkelanjutan

Jakarta – Pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara berkelanjutan. Pelaku UMKM didorong tidak hanya memanfaatkan internet untuk berjualan, tetapi juga menggunakannya untuk memperluas pasar, membangun hubungan dengan pelanggan, mengelola keuangan, hingga meningkatkan efisiensi operasional.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara dengan tema “Optimalisasi Teknologi Digital untuk Pengembangan UMKM Berkelanjutan” yang digelar pada Senin, 28 September 2026.

Dalam pemaparannya, Anggota Komisi I DPR RI Dr. H. Jefry Romdonny, M.Si., M.M., mengatakan konektivitas merupakan kebutuhan penting bagi pelaku bisnis. Menurutnya, perubahan pola komunikasi dan perilaku konsumen membuat pelaku UMKM harus mampu menyesuaikan strategi pemasaran dengan perkembangan teknologi.

Ia menjelaskan bahwa promosi menjadi salah satu bagian penting dalam bauran pemasaran. Saat ini, pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan toko fisik dan menunggu pelanggan datang. Produk perlu hadir di ruang digital seperti Google, WhatsApp, Instagram, TikTok, maupun marketplace.

“Pelaku usaha harus membuat produknya mudah ditemukan oleh pelanggan, bukan lagi sekadar menunggu pelanggan mencari,” demikian pokok pemaparan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Infrastruktur dan Digitalisasi Harus Berjalan Bersama

Jefry juga menyoroti potensi ekonomi yang dimiliki Majalengka, khususnya sektor pertanian, kuliner olahan, dan usaha kreatif. Menurutnya, potensi tersebut dapat berkembang lebih besar apabila didukung pemanfaatan teknologi digital.

Perkembangan infrastruktur seperti Tol Cipali dan Cisumdawu juga dinilai memberikan kemudahan konektivitas, mempercepat distribusi, serta membantu menekan biaya logistik. Namun, infrastruktur transportasi saja dinilai belum cukup.

Ia memberikan contoh produk lokal seperti bakso goreng, camilan, mie lidi, hingga mangga gincu. Produk tersebut dapat dikirim ke Jakarta dalam waktu relatif cepat, tetapi manfaat konektivitas tidak akan maksimal apabila produk tidak mudah ditemukan melalui internet atau marketplace.

Menurutnya, ulasan pelanggan juga memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian. Karena itu, pelaku UMKM perlu memperhatikan kualitas produk dan pelayanan agar mampu membangun kepercayaan serta memperoleh ulasan positif dari pelanggan.

Tiga Langkah Penguatan UMKM

Dalam pemaparannya, Jefry menyampaikan tiga langkah penting yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan peluang digital bagi UMKM.

Pertama, meningkatkan literasi digital. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan aplikasi, tetapi juga mencakup kemampuan membaca peluang pasar, memahami data penjualan, menjaga keamanan transaksi, dan membangun kepercayaan pelanggan.

Kedua, mendorong inovasi. Produk berkualitas perlu didukung kemasan menarik, pemasaran kreatif, pelayanan yang cepat, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar. Teknologi kecerdasan buatan atau AI juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pembuatan desain kemasan, materi promosi, konten media sosial, hingga strategi pemasaran.

Ketiga, memperkuat kolaborasi. Pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan, komunitas, platform digital, serta sesama pelaku UMKM dinilai perlu membangun kerja sama untuk memperluas akses pelatihan, pembiayaan, pendampingan, dan pasar.

Puluhan Juta UMKM Mulai Masuk Ekosistem Digital

Dewan Pengawas BAKTI Komdigi Virgie Baker, S.S., M.Si., dalam kesempatan yang sama mengatakan penyediaan konektivitas harus diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara produktif.

Ia memaparkan bahwa pada 2026 terdapat sekitar 65 hingga 66 juta UMKM di Indonesia, sementara sekitar 25 hingga 30 juta UMKM telah masuk ke dalam ekosistem digital.

Menurut Virgie, perubahan perilaku konsumen membuat kehadiran digital semakin penting. Konsumen kini cenderung mencari produk melalui internet, membaca ulasan dan rating, membandingkan harga, kemudian melakukan transaksi melalui platform digital.

Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran digital disebut dapat meningkatkan pendapatan hingga 30 persen. Namun, digitalisasi tidak cukup hanya dengan memiliki akun media sosial.

UMKM perlu membangun aset digital dan database pelanggan sendiri agar tidak sepenuhnya bergantung pada satu platform. Penggunaan beberapa kanal penjualan juga dinilai penting karena algoritma platform dapat berubah sewaktu-waktu.

WhatsApp Bisnis hingga Google Business Profile

Virgie menyarankan pelaku UMKM yang baru memulai transformasi digital untuk mengambil langkah secara bertahap.

Tahap awal dapat dimulai dengan mengaktifkan WhatsApp Bisnis, melengkapi profil usaha, membuat katalog produk, serta mendaftarkan usaha melalui Google Business Profile agar dapat ditemukan melalui Google Maps.

Tahap berikutnya adalah membangun aset digital sendiri berupa landing page, website, toko marketplace, serta database pelanggan. Setelah itu, pelaku usaha dapat masuk ke tahap otomasi melalui iklan berbayar yang terukur dan pemanfaatan data analitik.

Ia juga mengingatkan bahwa digitalisasi mencakup aspek operasional. Kecepatan menjawab pertanyaan pelanggan, keramahan pelayanan, kualitas barang, pengelolaan stok, dan pencatatan penjualan menjadi bagian penting dari transformasi digital UMKM.

Digitalisasi Tingkatkan Jangkauan Pasar

Sementara itu, Dosen STKIP Melawi Ahmad Khoiri, M.Pd., menekankan bahwa digitalisasi merupakan kebutuhan strategis untuk meningkatkan daya saing UMKM.

Ia memberikan contoh pelaku usaha di lingkungannya yang sebelumnya hanya menjangkau pasar sekitar kabupaten, tetapi setelah menggunakan e-commerce, marketplace, dan WhatsApp Bisnis mampu menjangkau konsumen dari luar daerah bahkan luar pulau.

Menurut Ahmad, transformasi digital UMKM mencakup berbagai aspek, mulai dari pencatatan transaksi, pemasaran, penjualan, komunikasi, pembayaran, keuangan, operasional, analitik hingga logistik.

Ia juga mendorong pemanfaatan pembayaran digital seperti QRIS, aplikasi pembukuan, sistem pengelolaan stok, hingga analisis data untuk mengetahui produk terlaris, waktu transaksi, profil pelanggan, dan ketersediaan barang.

UMKM Diminta Berani Memulai Transformasi Digital

Para narasumber sepakat bahwa transformasi digital membutuhkan keberanian untuk memulai dan kemampuan untuk terus beradaptasi.

Digitalisasi juga dinilai dapat memberikan dampak terhadap efisiensi usaha. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, pelaku UMKM dapat meningkatkan omzet, menekan biaya, meningkatkan efisiensi pekerjaan, serta mengoptimalkan pengelolaan sumber daya.

Selain digitalisasi, aspek legalitas usaha juga menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM. Ahmad menjelaskan bahwa pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) telah dipermudah melalui sistem satu pintu. Pelaku usaha dapat memilih KBLI sesuai jenis usaha dan melengkapi dokumen yang diperlukan.

Pada akhirnya, pengembangan UMKM berkelanjutan tidak hanya bergantung pada besarnya omzet, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha untuk terus belajar, beradaptasi, berinovasi, dan membangun kolaborasi.

Teknologi digital dapat menjadi sarana untuk mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas. Dengan dukungan konektivitas, infrastruktur, literasi digital, inovasi, dan kolaborasi, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah dan nasional.

Share this post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *