Jakarta – Integrasi antara pemenuhan gizi dan pendidikan dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Sekolah sebagai Benteng Pertahanan SDM: Mengintegrasikan Gizi & Pendidikan untuk Kedaulatan Bangsa” yang menghadirkan Anggota Komisi I DPR RI Dr. H. Jefry Romdonny, Direktur Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional Dr. Gunalan A.P., serta Akademisi Unika Atma Jaya, Yanto, Ph.D. (23/7)
Dalam sambutannya, Jefry Romdonny menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Menurutnya, kualitas pendidikan harus didukung dengan pemenuhan gizi yang baik agar peserta didik mampu tumbuh sehat, memiliki daya pikir yang optimal, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Ia juga menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat kualitas SDM sejak usia sekolah.
Sementara itu, Direktur Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional, Dr. Gunalan A.P., menjelaskan bahwa gizi dan pendidikan merupakan dua pilar yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, anak yang memperoleh asupan gizi seimbang akan lebih siap belajar, memiliki konsentrasi yang baik, serta mampu membangun karakter disiplin dan tanggung jawab. Ia menambahkan, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan perilaku hidup sehat dan meningkatnya kesiapan belajar peserta didik.
Senada dengan itu, Akademisi Unika Atma Jaya Yanto menekankan bahwa investasi pada gizi dan pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan SDM yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun generasi unggul yang mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045.



