Makan Bergizi Gratis Dinilai Perkuat Ekonomi Rakyat dan Dukung Indonesia Emas 2045

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berperan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat dan penguat kedaulatan nasional. Hal tersebut mengemuka dalam Forum Diskusi Publik bertajuk “Makan Gizi Gratis: Stimulus Ekonomi Rakyat dan Kedaulatan Nasional” yang digelar pada Senin (3/8).

Anggota Komisi I DPR RI, Dr. H. Jefry Romdonny, menyampaikan bahwa keberhasilan menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Menurutnya, Program MBG menjadi salah satu kebijakan strategis karena mampu meningkatkan gizi masyarakat sekaligus menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, serta memperkuat sektor pertanian dan rantai pasok pangan nasional.

Direktur Promosi dan Edukasi Gizi, Dr. Gunalan A.P, menambahkan bahwa Program MBG telah memberikan dampak positif bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, hingga pelaku UMKM melalui meningkatnya kebutuhan bahan pangan lokal. Program tersebut juga dinilai menjadi investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Sementara itu, Pegiat Literasi Digital Didi menjelaskan bahwa Program MBG memiliki efek berganda terhadap perekonomian daerah. Belanja negara untuk pengadaan pangan lokal dinilai mampu meningkatkan pendapatan petani, memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, serta mendukung ketahanan pangan nasional. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan, distribusi, dan transparansi pelaksanaan program agar manfaatnya semakin optimal.

Melalui sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam menciptakan generasi sehat, memperkuat ekonomi rakyat, serta mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Share this post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *