Jakarta – Pemenuhan gizi yang cukup dan peningkatan literasi menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan mental generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikan dalam diskusi publik bertajuk “Gizi Cukup, Literasi Maju: Membangun Ketahanan Mental Generasi Mendatang” yang menghadirkan Anggota Komisi I DPR RI Dr. H. Jefry Romdonny, Direktur Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional Dr. Gunalan A.P., serta Dosen STKIP Melawi Ahmad Khoiri.(22/7)
Dalam sambutannya, Jefry Romdonny menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak dini melalui pemenuhan gizi dan penguatan literasi. Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi modal utama untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi persaingan global.
Sementara itu, Dr. Gunalan menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan anak, tetapi juga meningkatkan kemampuan belajar dan membentuk kebiasaan hidup sehat melalui edukasi gizi. Ia menilai keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga dari meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai pola makan bergizi.
Pada kesempatan yang sama, Ahmad Khoiri menekankan pentingnya literasi digital sebagai bekal menghadapi derasnya arus informasi. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis dan menyaring informasi menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan mental generasi muda.
Ketiga narasumber sepakat bahwa gizi, literasi, dan kesehatan mental merupakan tiga pilar yang saling berkaitan dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.



