Komdigi dan DPR RI Dorong UMKM Optimalkan Teknologi Digital untuk Perkuat Daya Saing

Jakarta – Komisi I DPR RI bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kembali menggelar Sosialisasi Merajut Nusantara bertema “Optimalisasi Teknologi Digital untuk Pengembangan UMKM Berkelanjutan” pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memanfaatkan teknologi digital guna memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Anggota Komisi I DPR RI Dr. H. Jefry Romdonny, M.Si., M.M. menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak perekonomian nasional. Selain menciptakan lapangan kerja, keberadaan UMKM juga mendorong aktivitas ekonomi hingga ke tingkat daerah dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar tanpa terbatas oleh wilayah. Karena itu, UMKM harus mampu mengikuti perkembangan digital agar tidak tertinggal dalam persaingan bisnis.

“Pemanfaatan teknologi digital akan membantu pelaku UMKM memasarkan produk lebih cepat dan menjangkau konsumen yang lebih luas. Inilah langkah penting agar usaha dapat terus berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Pegiat Literasi Digital Didi, S.E.Ak., M.Ak., CA. menjelaskan bahwa digitalisasi kini menjadi kebutuhan bagi pelaku UMKM seiring perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan internet untuk berbelanja, mencari informasi, hingga melakukan transaksi keuangan.

Ia menyebutkan berbagai teknologi yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha, mulai dari media sosial, marketplace, QRIS, aplikasi pencatatan keuangan digital, cloud computing, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pemasaran, serta membantu pelaku usaha mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat.

Didi juga mengingatkan bahwa transformasi digital bukan sekadar memanfaatkan teknologi, tetapi membangun usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan. Karena itu, pelaku UMKM didorong untuk mulai menggunakan Google Business Profile, WhatsApp Business, QRIS, marketplace, serta melakukan pencatatan keuangan secara digital.

Selain itu, ia menilai pemanfaatan AI dapat membantu pelaku usaha dalam membuat materi promosi, menyusun konten media sosial, hingga menganalisis kebutuhan pelanggan. Dengan memanfaatkan teknologi secara optimal, UMKM diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing di pasar digital.

Dalam kesempatan tersebut, Didi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, sektor perbankan, marketplace, dan masyarakat dalam mendukung transformasi digital UMKM. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui sosialisasi ini, Komdigi bersama Komisi I DPR RI berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sehingga dapat memperluas pasar, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Digitalisasi diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya UMKM Indonesia yang tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di pasar global.

Share this post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *