Swasembada Air Jadi Pilar Strategis Ketahanan Nasional di Tengah Dinamika Global

Jakarta – Upaya mewujudkan swasembada air dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan nasional dan memastikan keberlanjutan pembangunan Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Hal ini mengemuka dalam webinar nasional bertajuk “Swasembada Air sebagai Pilar Ketahanan Nasional dan Pembangunan Berkelanjutan” yang diselenggarakan pada Kamis (2/4).

Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa air bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan aset strategis yang menentukan stabilitas ekonomi, ketahanan pangan, hingga keamanan nasional. Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, perebutan sumber daya alam—termasuk air bersih—menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi secara serius.

Pemerintah sendiri telah mengambil langkah konkret melalui optimalisasi lahan pertanian seluas 665.485 hektar di 14 provinsi, serta penguatan sistem irigasi nasional. Target ambisius pun ditetapkan hingga 2029, di antaranya peningkatan sawah fungsional beririgasi hingga 62,37 persen serta efisiensi pemanfaatan air yang lebih optimal.

Namun demikian, tantangan utama tidak hanya terletak pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada aspek pemerataan akses air bersih yang masih menjadi persoalan di berbagai wilayah. Ketimpangan distribusi air dinilai berpotensi memicu kerawanan sosial jika tidak segera diatasi secara komprehensif.

Selain itu, pengelolaan air di era modern menuntut integrasi teknologi digital sebagai bagian dari sistem nasional. Digitalisasi dinilai mampu meningkatkan efisiensi distribusi air, sekaligus memperkuat sistem monitoring berbasis data.

Dengan pendekatan yang terintegrasi antara kebijakan, infrastruktur, dan teknologi, swasembada air diyakini dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing di tingkat global.

Share this post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *