Tak Banyak yang Tahu, Ini Alasan Pembangunan Desa Jadi Fokus Pemerintah Saat Ini

Jakarta – Upaya memperkuat pembangunan desa serta pemberdayaan koperasi dan UMKM menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mendorong pemerataan ekonomi nasional. Hal tersebut dibahas dalam webinar Forum Diskusi Publik bertema “Pembangunan Desa, Koperasi dan UMKM” yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital pada Jumat (6/3/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya anggota Komisi I DPR RI H. Oleh Soleh, Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga dan Infrastruktur Dewan Pers Dr. Rosarita Niken Widiastuti, serta tokoh masyarakat Drs. H. Saeful Bahri.

Pembangunan Desa Dinilai Jadi Fondasi Kemajuan Nasional

Dalam pemaparannya, Oleh Soleh menegaskan bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari desa karena sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di wilayah pedesaan.

Menurutnya, pembangunan yang berkeadilan harus memastikan seluruh masyarakat merasakan manfaat dari kebijakan negara, terutama mengingat sebagian besar sumber penerimaan negara berasal dari pajak masyarakat.

Ia juga mengapresiasi berbagai program pemerintah yang dinilai berdampak langsung pada masyarakat, seperti program Koperasi Desa Merah Putih serta program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada dukungan masyarakat serta kolaborasi berbagai pihak.

Tantangan Global Butuh Ketangguhan dan Inovasi

Sementara itu, Rosarita Niken Widiastuti menjelaskan bahwa dunia saat ini tengah mengalami perubahan besar dari paradigma VUCA menuju era BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible).

Menurutnya, kondisi global yang semakin tidak pasti menuntut adanya strategi pembangunan yang lebih menekankan pada ketangguhan sistem serta inovasi berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa investasi global diperkirakan tetap tumbuh, terutama pada sektor-sektor masa depan seperti teknologi hijau, energi bersih, transportasi listrik, serta infrastruktur digital.

Namun demikian, sejumlah tantangan masih membayangi perekonomian global, termasuk ketegangan geopolitik, proteksionisme perdagangan, serta gangguan rantai pasok.

Dalam kondisi tersebut, digitalisasi dinilai menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing ekonomi, termasuk bagi pelaku UMKM.

Digitalisasi Buka Peluang UMKM Masuk Pasar Global

Rosarita menilai pemanfaatan teknologi digital seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), serta blockchain dapat membantu meningkatkan efisiensi logistik dan transparansi dalam rantai pasok.

Selain itu, platform e-commerce global juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menjangkau pasar internasional meskipun terjadi gejolak ekonomi dunia.

Menurutnya, di tengah ketidakpastian global, pelaku usaha perlu memperkuat ketahanan bisnis serta melakukan diversifikasi strategi agar mampu bertahan menghadapi perubahan.

Koperasi Dinilai Solusi Penguatan Ekonomi Desa

Tokoh masyarakat Saeful Bahri menyoroti kondisi desa tertinggal yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses modal, transportasi, hingga pasar.

Ia menyebut sebagian desa di Indonesia masih berada dalam kategori tertinggal karena lokasi yang jauh dari pusat ekonomi serta terbatasnya sumber daya.

Menurutnya, koperasi dapat menjadi solusi untuk memperkuat perekonomian desa, terutama dalam membantu pelaku UMKM memperoleh akses permodalan dan sarana produksi.

“Koperasi harus mampu menampung aspirasi masyarakat desa serta memfasilitasi kebutuhan ekonomi mereka,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dan kebijakan yang mendorong koperasi desa berkembang secara mandiri.

Dengan dukungan tersebut, program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Share this post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *