Ketegangan Geopolitik dan Disrupsi Global Dorong Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Jakarta-Ketegangan geopolitik, disrupsi rantai pasok global, serta meningkatnya proteksionisme perdagangan mendorong Indonesia untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui strategi yang adaptif dan terintegrasi.(1/4)

Hal tersebut disampaikan dalam webinar nasional mengenai akselerasi investasi dan perdagangan global.

Pegiat literasi digital, Tomy Ishak, menilai bahwa perubahan lanskap ekonomi global saat ini merupakan momentum bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya dalam rantai nilai global.

“Kita tidak bisa hanya menjadi pasar, tetapi harus menjadi pemain utama dalam perdagangan dan investasi global,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu langkah strategis yang perlu dilakukan adalah memperkuat diversifikasi pasar ekspor serta meningkatkan nilai tambah produk melalui hilirisasi industri.

Selain itu, penguatan ketahanan ekonomi juga harus dilakukan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur, serta adopsi teknologi digital.

Di tengah ketidakpastian global, Indonesia juga perlu memastikan stabilitas kebijakan dan kepastian hukum untuk menjaga kepercayaan investor.

Para narasumber menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global. Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat harus bekerja sama dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang adaptif dan berkelanjutan.

Dengan strategi yang tepat, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi global yang tangguh di tengah dinamika dunia yang terus berubah.

Share this post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *