Ketahanan Energi Dimulai dari Kesadaran dan Perilaku Masyarakat

Jakarta – Ketahanan energi tidak hanya bergantung pada kebijakan dan infrastruktur, tetapi juga pada kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menggunakan energi secara bijak. Perspektif ini menjadi salah satu poin penting dalam diskusi webinar nasional tentang energi.(9/4)

Dr. Usni Hasanudin menekankan bahwa energi adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang sering kali dianggap sepele. Padahal, ketika terjadi gangguan pasokan, dampaknya langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia menilai bahwa literasi energi masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperkuat.

Menurutnya, masyarakat perlu didorong untuk memahami pentingnya efisiensi energi, mulai dari penggunaan listrik di rumah tangga hingga pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan sekitar. Perubahan kecil yang dilakukan secara kolektif dapat memberikan dampak besar terhadap ketahanan energi nasional.

Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan energi juga dinilai penting. Pendekatan berbasis komunitas, seperti pengelolaan energi mandiri di daerah terpencil, terbukti mampu menjadi solusi yang efektif dan berkelanjutan.

Okta Kumala Dewi turut menegaskan bahwa kebijakan energi harus berpihak pada masyarakat, tidak hanya dari sisi keberlanjutan, tetapi juga keterjangkauan. Ia menilai bahwa energi yang stabil dan terjangkau merupakan hak dasar yang harus dapat diakses oleh seluruh rakyat Indonesia.

Melalui sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, ketahanan energi diharapkan dapat terwujud secara inklusif. Pada akhirnya, energi bukan hanya soal pasokan, tetapi tentang bagaimana memastikan kehidupan masyarakat tetap berjalan dengan layak, produktif, dan berkelanjutan.

Share this post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *