Jakarta – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memperkuat ekosistem kebudayaan nasional melalui penandatanganan kerja sama lintas sektor dengan sejumlah kementerian dan lembaga. Kesepakatan tersebut mencakup lima dokumen penting yang ditandatangani di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi payung koordinasi di tingkat teknis dan operasional agar berbagai program kebudayaan dapat berjalan selaras dan saling mendukung.
Menurut Fadli, kesepakatan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan tugas di bidang kebudayaan, ekonomi kreatif, riset kebudayaan, serta pelestarian aset budaya.
Lima dokumen kerja sama yang ditandatangani melibatkan beberapa institusi strategis, yakni Kementerian Komunikasi dan Digital terkait sinergi bidang kebudayaan dan komunikasi informasi, serta Kementerian Kehutanan mengenai sinergi pelaksanaan tugas dan fungsi antar lembaga.
Selain itu, Kemenbud juga menandatangani kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Kesepakatan lain dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional terkait sinergi riset dan inovasi kebudayaan.
Kerja sama terakhir dilakukan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna mempercepat pemajuan kebudayaan, pelestarian cagar budaya, serta pengembangan permuseuman di ibu kota.
Fadli menegaskan bahwa langkah ini penting agar implementasi program kebudayaan dapat berjalan lebih efektif di tingkat teknis. Ia juga mengingatkan bahwa kebudayaan merupakan fondasi penting dalam pembangunan nasional sebagaimana tercantum dalam Pasal 32 UUD 1945.
Lebih lanjut, Fadli menilai kemajuan kebudayaan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga sektor swasta.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan aset budaya. Saat ini, Kementerian Kebudayaan tengah melakukan proses verifikasi serta digitalisasi berbagai koleksi budaya, termasuk koleksi museum di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa kolaborasi antara sektor kebudayaan dan ekonomi kreatif sangat penting untuk menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Ia juga menilai teknologi digital membuka peluang lebih luas bagi karya anak bangsa untuk dikenal secara global.
Dukungan terhadap kerja sama ini juga disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang menekankan bahwa hutan juga merupakan bagian dari bentang kebudayaan.
Di sisi lain, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria, bersama Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyoroti pentingnya riset serta digitalisasi data budaya sebagai basis informasi strategis sekaligus upaya pelestarian.
Melalui kerja sama ini, Kementerian Kebudayaan diharapkan semakin kuat dalam mengorkestrasi ekosistem kebudayaan nasional dengan dampak yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi kemajuan budaya Indonesia.
Sumber : ANTARA



