Dorong Ekonomi Nasional, Diskusi Akselerasi Investasi Global Soroti Peran Digital dan Stabilitas Negara

JakartaBadan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital menggelar kegiatan diskusi bertajuk Akselerasi Investasi dan Perdagangan Global” pada Senin (9/3). Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pemerintah, legislatif, hingga tokoh masyarakat untuk membahas peluang serta tantangan investasi dan perdagangan di tengah dinamika ekonomi dunia.

Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital yang dinilai aktif menyebarkan informasi kebijakan pemerintah kepada masyarakat. Melalui berbagai program literasi dan diseminasi informasi, kementerian tersebut dinilai terus mendorong masyarakat agar lebih memahami berbagai kebijakan nasional, termasuk program pembangunan yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menekankan pentingnya peningkatan literasi masyarakat, baik literasi digital maupun literasi keuangan. Menurutnya, masyarakat saat ini menghadapi berbagai tantangan baru di ruang digital seperti perjudian online, pinjaman daring ilegal, hingga dampak negatif penggunaan media sosial, khususnya bagi anak-anak. Karena itu, edukasi berkelanjutan dinilai penting agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus terhindar dari penyalahgunaan teknologi.

Dalam konteks investasi global, Oleh Soleh menilai Indonesia harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ekonomi dunia agar tidak tertinggal dalam persaingan internasional. Ia menyebut kerja sama dengan berbagai negara menjadi salah satu kunci penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui investasi di sektor finansial serta pengembangan sumber daya manusia.

Dari sisi legislatif, ia juga menegaskan bahwa faktor keamanan dan stabilitas negara merupakan hal penting dalam menarik investor. Tanpa adanya kepastian hukum dan rasa aman, menurutnya akan sulit bagi Indonesia untuk meningkatkan minat investasi. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan turut menjaga stabilitas nasional serta mendukung terciptanya lingkungan yang kondusif bagi kegiatan ekonomi.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Makro Investasi BKPM, Aditia Prasta, memaparkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi perubahan besar dari paradigma VUCA menuju era BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible). Dalam situasi yang semakin tidak pasti tersebut, organisasi maupun negara dituntut untuk membangun ketahanan sistemik guna menghadapi berbagai risiko global.

Ia menjelaskan bahwa meskipun aktivitas penggalangan dana swasta mengalami penurunan, investasi langsung asing atau Foreign Direct Investment (FDI) diperkirakan masih akan tumbuh hingga 14 persen dan mencapai sekitar 1,6 triliun dolar AS pada 2025. Investor saat ini lebih tertarik pada sektor-sektor strategis seperti teknologi hijau, energi terbarukan, transportasi listrik, dan infrastruktur digital.

Namun demikian, berbagai faktor risiko global tetap menjadi perhatian, di antaranya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, hambatan perdagangan antara Tiongkok dan Eropa, serta kebijakan proteksionisme yang dapat memengaruhi kepercayaan investor.

Aditia juga menyoroti perubahan pola perdagangan global dari sistem Just-in-Time menuju Just-in-Case, yang lebih menekankan pada ketahanan rantai pasok. Meski nilai perdagangan global mencapai sekitar 35 triliun dolar AS, pertumbuhan volumenya tercatat melambat di kisaran 2,6 persen.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, akselerasi digital dinilai menjadi salah satu solusi penting. Pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, hingga blockchain diyakini dapat meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat keamanan transaksi, serta membuka peluang bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk bersaing di pasar internasional.

Sementara itu, tokoh masyarakat Atep Abdul Ghofar menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menarik investasi global. Potensi tersebut antara lain pasar domestik yang besar, kekayaan sumber daya alam seperti nikel dan bauksit, serta stabilitas makroekonomi yang relatif terjaga.

Ia menambahkan pemerintah juga telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mempercepat investasi, seperti reformasi regulasi melalui sistem perizinan berbasis Online Single Submission (OSS), pembangunan infrastruktur, serta program hilirisasi sumber daya alam.

Dalam bidang perdagangan internasional, pemerintah juga terus mendorong peningkatan ekspor bernilai tambah serta memperluas akses pasar global melalui diplomasi ekonomi dan berbagai misi dagang ke negara mitra.

Melalui berbagai strategi tersebut, akselerasi investasi dan perdagangan global diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan devisa negara, serta membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia untuk bersaing di pasar internasional.

Share this post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *